Posts Tagged 'menjahit'

From Shorts to Sling Bag

Begini deh kalau muter-muter ITC Depok tapi ga nemu kain yang pas. Di sana hanya nemu dua toko kain, dan ga ada kain katun yang asyik, padahal wiken nya harus ke Bandung dan punya ‘utang’ kado ultah ke adik. Alih-alih menemukan kain yang lucu, aku malah menemukan macam-macam celana pendek dengan bahan yang motifnya lucu-lucu. Jadi deh aku beli 2, 15.000 rupiah. Celana pendek ini berukuran kecil, untuk anak usia pra sekolah atau awal SD.

Dari dua celana pendek itu, satu dijadikan body tas, satu lagi untuk tutup dan talinya. Ada juga bahan tambahan untuk pelapis/ lining dari stok yang sudah ada. Kira-kira ini dia bahan-bahannya:

bahan2

Bahan-bahan searah jarum jam:

1. Satu kaki celana pendek, diambil sisi kaki yang ada kantong sakunya, yaitu sebelah kanan, digunting, jadi body tas bagian depan dan belakang, termasuk bagian karet di pinggang.

2. Bahan penutup tas : diambil dari satu sisi celana pendek yang berbeda motif, digunting persegi sesuai ukuran tas; gunting juga ukuran yang sama dari bahan lining/pelapis. Aku motong liningnya lebih panjang ukurannya, soalnya bahan celana pendeknya kurang panjang untuk tutup. Nanti lihat di hasilnya deh ya.

3.  Perca digunting untuk aplikasi, terdiri dari 3 lapis: kain bermotif sama seperti body tas, kain kapas, dan lining. Aplikasinya berbentuk kepala kucing, soalnya adikku pecinta kucing.

4. Bahan tali : menggunakan bahan yang sama dengan penutup tas, dipotong-potong persegi memanjang selebar sekitar 5 cm. Karena bahannya pendek, bahan tali ini nantinya disambung-sambung. Panjang jadinya sekitar 1 m.

Cara membuatnya kurang lebih begini. Foto step by step nya ngga detil banget yaa, tapi mestinya cukup gampang kok bikinnya.

assembly copy

1.  Membuat tali : karena pendek bahannya, jadi disambung-sambung dulu, baru dijahit. Kalau ga mau repot dan ada sambungan, tali bisa memakai pita jadi.

2. Menjahit tutup tas. Keliatan kan klo liningnya lebih panjang daripada bahan utamanya? Bahan lining jadi terlihat sedikit jadi aksen di bagian bawah. Cara menjahitnya biasa saja, dua bahan dijahit 4 sisi di bagian kain yang terbalik, sisakan sedikit ruang untuk membalik, terus dibalik deh. terus ditutup sisa lubang tadi.

3. Menjahit tutup tas ke body tas bagian belakang. Karena ada karet pinggang, pastikan menjahit tutup tasnya dibagian bawah karet, agar karetnya masih bisa berfungsi melar dan tidak kejahit. Menjahit tutupnya juga sedikit dikerut/dilipit menyesuaikan dengan lebar bagian atas body tas yang mengkerut karena karet pinggang.

4. Menjahit tali di bagian belakang body tas, agak mepet ke samping kiri kanan. Pastikan dijahit kencang, diulang atau dijahit silang.

5. Menjahit body tasnya, satu sisi yang ada sakunya kan udah ga perlu dijahit lagi, jadi tinggal menjahit bagian bawah dan sisi kanannya. Kalau ga mau pakai lining pada body, bisa langsung jahit saja dan rapikan. Di sisi kanan aku jahit pake cara keliman tertutup (ga tau istilah benernya). Dengan keliman tertutup, kampuh (sisa jahitan) pada bagian samping akan keliatan lebih rapi. Cara keliman tertutup ini: sisi yang akan dijahit, dijahit pada kedua sisi kain yang tidak terbalik (sisi kain yang bagus) berhadapan dengan kampuh (sisa jahitan) sependek mungkin, misalnya 0,5 cm. Lalu dibalik dan dijahit ulang dari sisi kain yang terbalik dengan kampuh yang lebih besar untuk menutup kampuh jahitan pertama tadi. Mudah-mudahan ga membingungkan.. 🙂

6. Terakhir, bila mau lebih repot, jahit pelapis body tas atau liningnya, lalu jahitkan pada body tas. Menjahitkannya juga pastikan di bawah karet yaaa.. jadi lining nya lebih pendek daripada bodynya. Aku sempet salah lho, menjahit liningnya cuma beberapa senti dari tepi atas body, di tengah karet pinggang. Ketika udah jadi, karetnya ga bisa melaar jadi harus di-undo dan redo deeh.

7. Ga ada fotonya. Membuat aplikasi pin kepala kucing, dipasang dengan peniti di baliknya, jadi bisa dipasang bisa ngga.

Begitulah kurang lebih caranya. Kalau terkesan ribet, itu karena aku yang ga bisa menjelaskan dengan gamblang, dan memang ngejahitnya juga trial-error, terutama di urusan lining.  Hasil akhirnya seperti ini:

result copy

1. Tampak Depan ; 2. Tampak Belakang; 3. Bagian dalam; 4. Zoom-in tutup bagian belakang; 5. Kantong saku celana eksisting; 6. Aplikasi depan.

Jadi, walaupun ga nemu kain, selalu ada cara lain kaaan? Oiya, adikku suka lhoo. Awalnya dia mengira kalau beli jadi, tapi begitu melihat jahitannya, langsung ketauan deh kalo bikin sendiri…ugghh… 😀

Setelah Proyek Pertama: No Action Ideas Only

Setelah proyek pertama itu, lalu apa?

Seperti yang (sebenarnya) sudah kuduga, mesin jahit itu lebih banyak menganggur pada akhirnya.

Seperti yang sudah kuduga juga, aku lebih banyak NALO (No Action  Learn Only), NASO (No Action Ideas Only), NADO (No Action Dream Only), dan daftar panjang no action lainnya seperti kata pak Rosihan TDA.  Intinya sama : No Action!

Yah, sebenarnya tidak sepenuhnya no action sih. Ada sedikit proyek sejauh ini.  Satu atasan model babydoll dengan bahan yang sama dengan baby dress ini, sudah beberapa kali dipakai ke kantor, beberapa kali dibilang seperti baju hamil, kerutan bagian ujung lengan terlalu ketat karetnya dan bikin sakit pergelangan tangan tapi belum diubah juga, dan invisible zippernya kelihatan. Tapi sisi baiknya, bajunya pink (aku suka pink!) dan pas jatuhnya (pola badan+lengannya menjiplak dari baju jadi) , zippernya ketutup jilbab, dan aku nyaman dan suka memakainya, yah, kecuali bagian pergelangan tangan.

Proyek lainnya, beberapa keset, untuk dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Keset ini dibuat dari sarung dan kaos yang sepertinya tidak akan dipakai lagi, jadi setidaknya I do an action for the earth. Well, just a little. Apalagi keset ini mengorbankan kaos yang ngga tau kapan aku bisa membelinya lagi.

Sayangnya, keset-keset ini kurang tebal dan terlalu kecil dimensinya.  Terutama untuk kamar mandi. Mungkin lebih baik memakai handuk bekas untuk lapisan bawahnya. Menyatukan bahan kaos dengan bahan sarung juga sedikit tricky, mungkin sebaiknya menggunakan jahitan zig-zag seperti saran Mbak Susi.

Tetapi, begitulah. Selebihnya, aku lebih banyak browsing: mendownload pola. Membaca tutorial. Melihat-lihat inspirasi proyek. Tanpa benar-benar MENGERJAKANNYA. Yah, tentu saja aku tahu alasan utamanya adalah kehabisan kain. Tapi aku juga tidak benar-benar serius mengalokasikan waktu untuk berbelanja. Jadi alasan sebenarnya adalah malas belaka. Malas berkedok banyak deadline dan PR, berkedok belum sempat berbelanja, dan banyak kedok lainnya.

Aku pernah bertanya pada seorang sahabat bagaimana istiqamah menjaga semangat, karena this is my biggest problem ever! Beliau bilang, kembali ke tujuan awal adalah satu cara mendasar untuk menjaga semangat ini. Karena tujuan adalah titik akhir yang sanggup membuat kita mengumpulkan energi, mengusir virus-virus malas, dan melakukan sesuatu untuk mewujudkannya!

Ughhh.. baiklah, saatnya kembali mengumpulkan energi. Alhamdulillah akhir minggu besok insyaAllah akan ke Bandung, dan sepertinya aku HARUS menyempatkan diri berburu bahan-bahan! Doakan ya! []

Fabric Tips and Taking Measurement on Burda Fashion

Yang baroe…yang baroee…

Buat yang baru belajar, ini nih Burda Fashion berbaik hati posting tips dan trik seputar kain dan cara mengambil ukuran. [Psst..psstt..  di Burda Fashion ini banyak banget ilmunya. Pola menjahit -beberapa bisa diunduh gratis yay!-,  ide-ide model dll. Buruan subscribe deh!]

Fabric Tips-nya lengkap lho, ada keterangan label fabric care, prewashing, fabric recommendation, arah pola, layout memotong, dll. Aduh..aduh…belajar dari nol lagi deh, soalnya selama ini ngawur. Haha. Ngga ngawur-ngawur banget sih, masih ingat sedikit cutting layout yang diajarkan ibu dan guru ketrampilan jaman SMP dulu. Tapi ngga ada salahnya mencoba lebih terstruktur belajarnya kaan? Mumpung ada banyak guru gratis.

Cara mengambil ukurannya juga oke. Pake gambar 3D, jadi jelas letak posisinya. Cara mengukur ini nih yang aku masih sering kurang bisa pas.  Kegedean lah, kekecilan lah. Mesti belajar lagi nih.

Sip lah. Tips-tips perkainan sudah. Cara mengukur, sudah juga.  Pola, tinggal download banyak. Jadi, kapan DIMULAI proyeknya? 😉

[image: burdafashion.com]