Posts Tagged 'floor mat'

Setelah Proyek Pertama: No Action Ideas Only

Setelah proyek pertama itu, lalu apa?

Seperti yang (sebenarnya) sudah kuduga, mesin jahit itu lebih banyak menganggur pada akhirnya.

Seperti yang sudah kuduga juga, aku lebih banyak NALO (No Action  Learn Only), NASO (No Action Ideas Only), NADO (No Action Dream Only), dan daftar panjang no action lainnya seperti kata pak Rosihan TDA.  Intinya sama : No Action!

Yah, sebenarnya tidak sepenuhnya no action sih. Ada sedikit proyek sejauh ini.  Satu atasan model babydoll dengan bahan yang sama dengan baby dress ini, sudah beberapa kali dipakai ke kantor, beberapa kali dibilang seperti baju hamil, kerutan bagian ujung lengan terlalu ketat karetnya dan bikin sakit pergelangan tangan tapi belum diubah juga, dan invisible zippernya kelihatan. Tapi sisi baiknya, bajunya pink (aku suka pink!) dan pas jatuhnya (pola badan+lengannya menjiplak dari baju jadi) , zippernya ketutup jilbab, dan aku nyaman dan suka memakainya, yah, kecuali bagian pergelangan tangan.

Proyek lainnya, beberapa keset, untuk dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Keset ini dibuat dari sarung dan kaos yang sepertinya tidak akan dipakai lagi, jadi setidaknya I do an action for the earth. Well, just a little. Apalagi keset ini mengorbankan kaos yang ngga tau kapan aku bisa membelinya lagi.

Sayangnya, keset-keset ini kurang tebal dan terlalu kecil dimensinya.  Terutama untuk kamar mandi. Mungkin lebih baik memakai handuk bekas untuk lapisan bawahnya. Menyatukan bahan kaos dengan bahan sarung juga sedikit tricky, mungkin sebaiknya menggunakan jahitan zig-zag seperti saran Mbak Susi.

Tetapi, begitulah. Selebihnya, aku lebih banyak browsing: mendownload pola. Membaca tutorial. Melihat-lihat inspirasi proyek. Tanpa benar-benar MENGERJAKANNYA. Yah, tentu saja aku tahu alasan utamanya adalah kehabisan kain. Tapi aku juga tidak benar-benar serius mengalokasikan waktu untuk berbelanja. Jadi alasan sebenarnya adalah malas belaka. Malas berkedok banyak deadline dan PR, berkedok belum sempat berbelanja, dan banyak kedok lainnya.

Aku pernah bertanya pada seorang sahabat bagaimana istiqamah menjaga semangat, karena this is my biggest problem ever! Beliau bilang, kembali ke tujuan awal adalah satu cara mendasar untuk menjaga semangat ini. Karena tujuan adalah titik akhir yang sanggup membuat kita mengumpulkan energi, mengusir virus-virus malas, dan melakukan sesuatu untuk mewujudkannya!

Ughhh.. baiklah, saatnya kembali mengumpulkan energi. Alhamdulillah akhir minggu besok insyaAllah akan ke Bandung, dan sepertinya aku HARUS menyempatkan diri berburu bahan-bahan! Doakan ya! []

Advertisements